Banner
Komunitas FreeBSD Indonesia
           |  
Lupa Password Root FreeBSD

Pernahkah Anda lupa password root ? Saya pernah mengalaminya. Faktor penyebab lupa password biasanya karena terlalu banyak server yang ditangani, terlalu banyak password yang di gunakan, terlalu rumit dan bukan merupakan password yang biasa kita ingat. Dalam kasus lain, saya pernah mereset password root dikarenakan yang menginstall FreeBSD adalah orang lain dan saya harus menginstall sesuatu di dalamnya.

Home General Networking Intisari IP Filter

Intisari IP Filter

E-mail Print PDF

by : budsz ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )

- ipf melihat rule yg dilist secara "berurutan dari atas ke bawah".
misalnya:
block in all....(1)
pass in all.....(2)

Pertama akan dijalankan rule (1), setelah itu rule (2). Jadi otomatis
hasilnya rule (2) alias "paket boleh masuk".
- Rule2 yg bertumpuk seperti.
misalnya:
block in all....(1)
block in all....(2)
block in all....(3)
block in all....(4)
block in all....(5)
pass in all.....(6)

Rule (1) s/d (4) tidak ada "faedahnya".

- Dengan "quick" kita dapat meyederhanakan rule2 kita.
misalnya:
block in quick all...(1)
pass in all..........(2)

Bisa kita artikan rule (1) akan dilihat pertama, selanjutnya ipf
melaksanakan ketentuan semua rule tsb sampe selesai baru rule (2).

- Penulisan subnet IP yg diperbolehkan adalah 255.255.0.0 atau /16.
misalnya:
block in quick from 192.168.0.0/16 to any
atau
block in quick from 192.168.0.0/255.255.0.0 to any

- Kita dapat mengunakan keyword "on" untuk menspesifikan interface yg
kita pake.
misalnya:
block in quick on xl0 all
atau
block in quick on xl0 from 192.168.0.0/16 to any

- Kita dapat menentukan juga outgoing paket dng nama keyword "out".
misalnya:
pass out quick on xl0 from 192.168.0.0/16 to any

- Jika kita ingin melogkan apa yg terjadi, maka ada baiknya kita gunakan
keyword "log".
misalnya:
block in log quick on xl0 from 192.168.0.0/24 to any

- Keyword "proto" dapat kita gunakan untuk menspesifikan protocol yg
kita pake berikut dengan "tipe" protocolnya. backslash (\) dapat kita
pake untuk menyambung perintah pada line berikutnya.
misalnya:
block in log quick on xl0 proto icmp from any to any
atau
pass in quick on xl0 proto icmp from any to 192.168.0.0/24 \
icmp-type 0

- Pengunaan keyword "port" lebih menitik beratkan kepada port yg dilalui.
misalnya:
block in log quick on tun0 proto tcp from any to \
192.168.0.0/24 port = 22

- Untuk membangun rule2 yg sangat kuat ada baiknya kita kompile kernel
dengan "default deny all", shg kita list rule yg kita perlu (This my
fav). Kita mulai dengan rule "deny" kayak gini.
misalnya:
block in all
block out all

- Nah baru kita listing rule2 yg diperbolehkan.
misalnya:
pass in quick on xl0 proto tcp from any to 192.168.0.1/24 \
port = 80

Arti rule tsb adalah membolehkan paket yg masuk di ethernet xl0 dengan
jenis protocol tcp dari mana saja ke 192.168.0.1/24
lewat port 80 (www). Jika ada respon dari 192.168.0.1/24
akan tetep ditolak juga, maka agar terjadi komunikasi
(tidak pincang) maka kita listing juga rule sebaliknya
misalnya:
pass out quick on tun0 proto tcp from 20.20.20.1/32 \
port = 80 to any


- Ada keyword yg sangat menarik disini yaitu "keep-state", jika rule
kita dibubuhi keep-state ini berati rule tersebut dah masuk ke state
table ipf, sehingga ipf "tidak perlu" lagi mengecek ulang validasi
rule tersebut alias jika terjadi handshake di kemudian hari ipf akan
langsung mengijinkan masuk.
misalnya:
pass out quick on xl0 proto tcp from 192.168.0.1/24 to any \
keep state

Artinya adalah mengijinkan paket yg keluar di xl0 dengan protocol tcp
dari 192.168.0.1/24 ke mana saja, dengan "keep-state"
ini rule yg bersangkutan langsung di apply ke "state
table" dan ipf tidak akan ikut campur (nggak akan
ngulang ngecheck validasi dulu ini). ini terjadi pas pertama
kali "SYN" paket menyentuh (hand shake) server kita.

Sangat delematis kita menggunakan "keep-state", coba kita pikirkan
baik2 akan muncul pertanyaan dibenak kita "Oh..kalo gitu ipf hanya
mengenal "SYN" yg dulu dung, dengan kata lain "SYN" pas entry ke state
table pertama kali..?", yups memang benar meski ipf akan close (idle)
selama 60 detik (1 menit) tapi bukan "refresh". dengan kata lain paket
"SYN"-nya basi. ini pun berlaku untuk koneksi TCP selanjutnya misalnya
yg lainya (FIN, XMAS etc) setelah handshake terjadi.

- Untuk masalah diatas tentunya ada solusi tersendiri. dengan penambahan
keyword "flags" alias menspesifikan flags untuk TCP.
misalnya:
pass in quick on tun0 proto tcp from any to 192.168.0.1/24 \
port = 23 flags S keep state

Artinya rule diatas akan hanya melihat flags TCP "SYN" saja untuk flags
lainya (FIN, XMAS etc) tentunya akan "keblock".

Berikut 6 flags TCP:
+----------------------------------+--------------+
|Singkatan dari koneksi TCP/IP | Flags |
+----------------------------------+--------------+
| SYN | S |
| URG | U |
| PUSH | P |
| FIN | F |
| RST | R |
| ACK | A |
+----------------------------------+--------------+

Jika kita menulis "flags S" bisa kita tulis "S/SUPFRA". dengan kata lain
paket "hanya" cocok flags "S".
misalnya:
Jika kita tulis flags S/SA artinya match dengan "S" dan
flags "UPFR"...(1)
Jika kita tulis flags S/SAUP artinya match dengan "S" dan
flags "FR".....(2)

- Dalam perjalan paket tersebut tidak jarang "terpecah-pecah (fragmention)"
Untuk mengatisipasi tentunya ipf telah menyediakan, yaitu dengan
keyword "keep frags" (tanpa tanda '-').
misalnya:
pass in quick on xl0 proto tcp from any to 192.168.0.1/32 \
port = 23 flags S keep state keep frags

- Keyword "return-rst" berguna untuk merespon jika service tidak tersedia.
"return-rst" hanya berlaku untuk jenis protocol TCP.
misalnya:
block return-rst in log proto tcp from any to 192.168.0.0/24 \
port = 23

Hasilnya untuk rule diatas adalah "connection refused". Ada keyword
"return-icmp(jenis_error)".
misalnya:
block return-icmp(port-unr) in log quick on tun0 proto udp \
from any to 192.168.0.0/24 port = 111

Untuk "jenis_error" kita pake "port-unr" (port unreachable).

- Selain respone block paket spt diatas ipf menyediakan keyword
"return-icmp-as-desta".
misalnya:
block return-icmp-as-dest(port-unr) in log on tun0 proto udp \
from any to 192.168.0.1/24 port = 111

- Jika anda ingin mengatur log, kita bisa gabungkan dengan syslog. ada
keyword "log level".
misalnya:
block in log level auth.info quick on xl0 from 192.168.0.1/24 to
any port = 22

- Jika anda mau mendapatkan informasi log header gunakan keyword "log body"
pada proses ini ipf akan memberikan 128 bytes pertama dari paket

- Untuk mempersingkat/efesiensi rule, kita bisa bikin kelas2 nah dengan
mengunakan pasangan keyword "head" dan "group".
misalnya:
block out quick on xl0 all head 10 ...(1)
pass out quick proto tcp from any to 192.168.0.1/24 port = \
80 flags S keep state group 10 .......(2)

Jika paket bukan untuk "xl0", make nggak akan "match" dengan rule (1)
dan rule (2) dan sebaliknya jika "match" maka akan dieksekusi rule (2)
dan rule2 lainya yg mempunyai keyword "group 10". artinya jika kita
mempunyai network yg cukup besar dengan macam2 rule tentunya kita
sedikit kewalahan dengan head dan group kita bisa membagi rule
tersebut menjadi "tree style".
misalnya:
block out quick on xl0 all head 1 ...(1a)
pass out quick proto tcp from any to 192.168.0.1/24 port = \
80 flags S keep state group 1 .......(2a)

block out quick on xl1 all head 2 ...(1b)
pass out quick proto tcp from any to 192.168.0.2/24 port = \
80 flags S keep state group 2 .......(2b)

Jika ada paket dengan cocok dengan rule (xa) make untuk kelompok rule
(xb) akan "diabaikan", dan sebaliknya tentunya ini akan menambah
efesiensi kerja ipf kita.

- Jika kita lakukan traceroute dari mesin luat ke mesin kita secara
defautl kita mendapatkan hop2 routing tersebut, ada yg menarik dari
ipf ini salah satunya keyword "fastroute", dengan keyword ini kita
bisa menyembunyikan informasi2 hop tersebut.
misalnya:
block in quick on xl0 fastroute proto udp from any to any \
port 33434 >< 33465

Hal ini terjadi karena ada proses penurunan "Time To Live (TTL)" dari
paket "Acknowledging (ACK)".
catatan:
< : Lebih kecil
> : Lebih besar
= : Sama dengan
<= : Lebih kecil sama dengan
>= : Lebih besar sama dengan
!= : Tidak sama dengan
<> : Kurang dari X, lebih dari X
>< : Lebih besar dari X, kurang dari X

Comments

Show/Hide Comment form Please login to post comments or replies.
 

Status Koneksi

Proxy Server

Optimasi Bandwidth dengan FreeBSD 7 + squid + Apache + videocache

Judul Asli  : Geber Youtube dkk  + save bandwidth dengan menggunakan videocache oleh         : ogeb ( ogb at indofreebsd.or.id )Ditulis      : Jimbaran Minggu 10 Mei 19:37:10 WITA 2009BismillahirrahmanirrahimTeknologi web yang...

Proxy Server | | Sunday, 10 May 2009

SELANJUTNYA...

Instalasi Squid, BannerFilter, dan Blocking Website

Sebelumnya akan saya jelaskan terlebih dahulu, instalansi squid di sini sangat mudah, karena hanya melalui simple ports dari FreeBSD. Untuk settingan lainnya bisa diatur melalui instalansi squid proxy yang lain...

Proxy Server | Tubagus G.P | Monday, 7 July 2008

SELANJUTNYA...

PF + Transparent Proxy dengan Squid

Rasanya tidak perlu lagi dijelaskan fungsi maupun kegunaan Squid karena sudah banyak situs-situs lain yang menguraikannya secara gamblang, baik berbahasa Indonesia maupun bahasa asing.Artikel ini terfokus secara teknisnya saja, bagaimana...

Proxy Server | mqueue | Tuesday, 25 March 2008

SELANJUTNYA...

Squid Pada Outgoing Load Balancing Connection

Squid merupakan sebuah proxy dan content cache yang memang sering diperlukan oleh kita tentunya dengan beragam alasan diantara nya untuk mempercepat pengiriman web yang sering di akses kepada client.sedangkan Outgoing...

Proxy Server | Ogeb | Sunday, 5 August 2007

SELANJUTNYA...

More in: Proxy Server

Tips & Trick

Enable Normal user untuk menggunakan Super User

Becoming super user (su) or enabling su access to userSuper user memiliki akses penuh kepada semua file dan Perintah. super user memiliki spesial UID (User ID) 0. Anda perlu menjadi...

Tips and Trick | denuxer | Thursday, 27 October 2011

SELANJUTNYA...

Merubah data directory pada mysql server FreeBSD Server

Secara default, jika kita install mysql server via port maka data-data dari database yang ada dalam mysql server akan tersimpan pada dir /var/db/mysqlAkan merepotkan kalau ternyata partisi /var kita terlalu...

Tips and Trick | Ainur Rahma | Friday, 1 July 2011

SELANJUTNYA...

Membuat iso DVD untuk FreeBSD 7.2

by : masdani Bagi yang suka melakukan instalasi sistem operasi FreeBSD kadang direpotkan pada proses instalasinya jika menggunakan media CD. Karena jumlah CD yang3 buah itu, kadang harus diganti-ganti setiap kali...

Tips and Trick | | Thursday, 25 June 2009

SELANJUTNYA...

Upgrade dari FreeBSD 6.x ke FreeBSD 7.x

This upgrades from FreeBSD 6.2-STABLE to 7.0-CURRENT.{xtypo_alert}ATTENTION: THIS UPGRADE PROCEDURE MIGHT NOT WORK FOR YOU AS YOUR ENVIRONMENT IS DIFFERENT. ALSO, THIS UPGRADE PROCEDURES MIGHT DESTROY OUR SYSTEM AND YOU...

Tips and Trick | Azhax | Monday, 17 March 2008

SELANJUTNYA...

More in: Tips and Trick

Anggota Baru

agung suryawan
kwgcv
banjow
banjow
agus widodo
kirun_w
raymond prabu
raymond
Muammar Renaldy
muren

Login Terakhir

agung suryawan
kwgcv
lutfi saiful nizal
fians
lamuerte
lamuerte
banjow
banjow
hendra syam
hendrasyam
bigie
bigie
moh rifai
kramotak
agus widodo
kirun_w
Dedi Sidauruk
takeiteazy
raymond prabu
raymond

WHO'S ONLINE

We have 19 guests online

Diskusi Terbaru